CERPEN
“IMPIAN”
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mapel
Bahasa Indonesia
Nama : Yayang Ridha Nanda Suryo
No : 27
Kelas : XI IIS 2
SMA NEGERI 7 PURWOREJO
Jalan Ki Mangunsarkoro 1 Purworejo
Tahun Pelajaran 2014/2015
IMPIAN
Persahabatan antara Bastian, Aldi, Iqbaal, dan Kiki yang
semakin erat, mereka sudah berteman semenjak masuk Musikal Laskar Pelangi dan
sekarang mereka dibangku SMP. Meskipun mereka berbeda sekolah dan agama, itu
bukan menjadi suatu penghalang bagi mereka. Mereka adalah sahabat yang sudah
merasakan berbagai macam pengalaman yang mereka jalani bersama, baik dikala
sedih maupun senang. Orang tua mereka selalu mendukung dalam hal karir maupun
cita-cita mereka. Oleh karena itu, mereka ingin selalu semangat dan berusaha
untuk membahagiakan orang tua sehingga mereka juga mentaati apa yang dikatakan
oleh orang tua mereka. Terkadang ketika mereka sibuk masih bisa membagi waktu
antara belajar dan karir, mereka tak lupa dengan sekolahnya dan menurut mereka
sekolah itu hal yang paling utama dibandingkan karir mereka. Meskipun mereka
masih anak-anak, mereka tak pernah menyerah untuk menggapai cita-citanya.
Bastian, Aldi, Iqbaal, Kiki, dan kawan-kawannya sedang
pentas Musikal Laskar Pelangi dengan penuh semangat dan ceria untuk meraih
mimpinya. Penonton pun bertepuk tangan, maka suasananya menjadi sangat ramai
karena melihat pertunjukan mereka yang begitu mengagumkan. Orang tua mereka
juga menonton pentas itu dan merasa sangat bangga melihat anak-anaknya. Setelah
pentas selesai, mereka ke belakang panggung untuk bertemu dan memeluk orang tua
mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki berkacamata mendekati mereka. Laki-laki
tersebut memperkenalkan dirinya bahwa dia bernama Patrick Effendi yang bekerja
sebagai produser musik. Namun, mereka bingung apa maksud dari kedatangan
laki-laki itu.
“Apa tujuan Anda datang menemui kami?” tanya ayah
Iqbaal.
“Maaf sebelumnya, saya datang kemari karena saya akan
menawarkan kepada Bastian, Aldi, Iqbaal, dan Kiki supaya menjadi boyband
anak-anak yang pertama di Indonesia. Saya pikir mereka anak-anak yang mempunyai
bakat luar biasa. Bagaimana dengan tawaran saya? Apakah Anda setuju?” tanya
Patrick.
“Ooo.. hebat. Terima kasih atas tawarannya, tapi kami pikir-pikir
dulu.” kata papa Bastian.
“Ok. Ini kartu nama saya. Saya yakin mereka dapat
menjadi sesuatu yang luar biasa di musik Indonesia. Tolong hubungi saya.” kata
Patrick sambil memberikan kartu nama.
“Baik, Pak. Setelah kami setuju, pasti kami akan hubungi
Anda.” kata ayah Iqbaal.
Ketika Bastian, Aldi, dan keluarganya berkumpul di
halaman rumah Bastian, mereka berbincang-bincang tentang penawaran tadi.
“Soal boyband itu.... Kalau papa setuju sekali, ini
kemajuan namanya! Siapa tau kau bisa jadi penyanyi terkenal macam Edi
Silitonga... dan kalian dapat menjadi penyanyi kebanggaan orang batak.” kata
papa Bastian dalam keadaan bergurau. Mereka pun tertawa mendengarkan perkataan dari
papa Bastian.
“Kalo pun kalian sudah menjadi penyanyi terkenal, kalian
harus tetap rendah hati dan tidak boleh sombong.” saran papa Aldi.
“Benar-benar, maksudku juga begitu. Setinggi-tinggi
tupai melompat. Itu tupai, tidak akan ikut Olimpiade.” gurau papa Bastian.
Mereka tertawa lagi karena peribahasa yang dikatakan papa Bastian.
Sedangkan Iqbaal sedang berada di rumah bersama
keluarganya. Saat makan bersama di ruang makan, Iqbaal ingin menyakan kepada
orang tuanya tentang penawaran tadi.
“Gimana Yah?” tanya Iqbaal.
“Ayah masih ragu-ragu, bagi ayah sekolah lebih utama.”
jawab ayah Iqbaal.
“Ya.... Ayah, aku janji ga akan ngelupain sekolah.”
tanya Iqbaal.
“Bunda tidak mau kamu berjanji hanya kepada ayah dan
bunda. Tapi, kamu harus janji pada dirimu sendiri, juga kepada Allah SWT.
Sekarang kamu sudah shalat isya’ belum?” saran bunda Iqbaal.
“Belum, Bun. Emang udah isya’ ya?” tanya Iqbaal.
“Uuuh.... Udah dari tadi.” ejek Kak Ody.
“Ale...! Beresin makan dulu dong.... Gantian.... Masa
kakak lagi....” bentak bunda Iqbaal.
Iqbaal langsung membereskan piring-piring yang ada di
meja sesuai perintah bundanya. Kemudian Iqbaal segera wudhu untuk sholat isya’.
Kiki yang berada di kamar sendirian sedang mainan laptop
dan tiba-tiba mamanya masuk ke kamarnya.
“Ki... belum tidur?” tanya mama Kiki.
“Iya, Ma.” jawab Kiki.
“Kenapa?” tanya mama Kiki.
“Menurut mama kita harus gimana tentang tawaran ini?
Kiki pengin banget jadi musisi seperti papa, Ma. Kiki mau keluarga kita
berubah, Kiki kasihan melihat mama pergi pagi pulang malam untuk membiayai kita
semua. Kiki ingin bantu mama. Boleh kan, Ma?” tanya Kiki dengan nada rendah.
“Kalo kamu memang suka dan serius menjalaninya, mama
akan selalu dukung. Tapi ada hal penting, kamu tidak boleh membuat orang lain
kecewa, kamu juga harus sungguh-sungguh, dan yang lebih penting lagi kamu harus
memberikan yang terbaik.” kata mama Kiki sambil tersenyum.
“Terima kasih, Ma.” jawab Kiki sambil memeluk mamanya.
Keesokan harinya, mereka berempat datang ke kantor
Patrick untuk memberitahukan bahwa mereka setuju dengan tawarannya. Sebelumnya
mereka berkenalan terlebih dahulu dan membicarakan tentang boyband yang akan
dibentuk. Kemudian masuk ke ruang studio musik untuk latihan vokal yang akan
menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “KAMU”. Mereka menyanyikan lagu itu
dengan suara yang sangat merdu dan mereka latihan dengan serius, mengikuti
alunan setiap nada dan iringan lagu. Patrick sangat bangga dengan mereka karena
dalam waktu yang sangat singkat dapat membuat suatu kekompakan sehingga tepat
dalam menyanyikan lagu tersebut. Karena sudah sore, maka mereka berpamitan untuk
pulang dan besok mereka juga akan datang untuk bertemu Patrick lagi.
Hari yang telah ditunggu-tunggu, mereka berempat bergegas
pergi ke kantor Patrick. Tingkah laku Bastian yang sangat usil, dia selalu
mengganggu teman-temannya sambil berlari menuju ruangan Patrick.
“Eh, akhirnya datang juga. Ini undangan pertama kalian
tampil. Tempatnya keren, jarang ada yang bisa manggung di sini. Gimana kalian
mau ikutan kompetisi itu?” pinta Patrick.
“Wah.... Asyik, Kak.” jawab Kiki sambil tersenyum
kegirangan.
“Bener banget, besok akan kakak daftarkan kalian.” kata
Patrick.
“Oke, Kak. Sipp....” jawab mereka berempat secara
serentak.
“Eh, bentar-bentar. Tapi kita kan belum kasih nama
boyband kita. Mau dikasih nama apa ya? Ehmm....” kata Bastian sambil berpikir.
“Gimana kalo COBOY JUNIOR?” tanya Patrick.
“Bagus tu, Kak. Namanya keren banget. Kita setuju!” kata
Bastian.
Kak Patrick telah mendaftarkan boybandnya dan acara
tersebut akan diadakan pada tanggal 24 Juli 2011. Puluhan boyband yang sudah
mendaftar, berarti saingan Coboy Junior yang begitu banyak. Namun, mereka tetap
semangat latihan untuk meraih mimpinya. Hadiah dari kompetisi tersebut
jalan-jalan ke Korea senilai 1 milyar.
Coboy Junior beserta orang tua dan Patrick pergi ke
acara Xplode Competition. Ratusan penonton yang berada di acara itu dengan
teriakan yang sangat keras. Boyband yang lain sudah ada yang tampil, sedangkan
Coboy Junior menunggu giliran panggilan untuk penampilan mereka. Karena mereka
mendapat no panggilan 10, sehingga mereka menunggu lumayan lama dan perasaan
mereka deg-degan. Akhirnya, kini giliran penampilan dari Coboy Junior.
“Kita sambut Coboy Junior! Sebuah grup boyband yang
personelnya masih muda-muda bangeeeettt.... Dan pastinya keren-keren banget....”
teriak host Xplode Competition.
Coboy Junior langsung mempersiapkan penampilannya dan
menyanyikan lagu “KAMU” dan “MAMA” beserta para dancer dengan iringan musik.
Teriakan dan tepuk tangan penonton yang sangat meriah, karena suara mereka yang
sangat merdu dan penampilan yang keren banget. Kostum yang digunakan mereka 3
macam, jadi ketika bernyanyi sambil berganti kostum. Kostum yang terakhir
dilengkapi dengan lampu sehingga ketika lampu panggung dimatikan, mereka tampil
dengan kostum yang berkilau. Melihat penampilan mereka yang keren, penonton dan
juri menjadi kaget. Orang tua mereka juga bangga atas kerja keras anak-anaknya.
Walaupun boyband yang lain ada yang iri dengan penampilan mereka.
Setelah semuanya sudah tampil, kemudian juri berunding
untuk memutuskan pemenang dari kompetisi itu. Boyband dan girldband pun
menunggu keputusan juri dan perasaan mereka semua deg-degan dengan hasil dari
juri yang akan diumumkan.
“Kita sudah memutuskan.... Pemenangnya adalah....
COBOY... JUNIOR! Waa...waaaa!” teriakan juri dengan tepuk tangan yang sangat
meriah.
“Yeah! Kita berhasil!” kata Aldi dan Kiki.
“Alhamdulillah....” kata Iqbaal sambil bersujud.
“Terima kasih Tuhan.” kata Bastian.
Horee! Horeee! Plok...! Plok...!
“Juara 1 Kompetisi Boyband Xplode Indonesia. COBOY...
JUNIOR...!!!” teriak host Xplode Competition.
Setelah kejadian itu, personel Coboy Junior menjadi
terkenal di sekolahnya. Mereka selalu dikerumuni penggemar dan teman-temannya
di sekolah. Tiba-tiba Aldi jatuh cinta ketika melihat seorang perempuan di
sekolahnya yang sangat cantik. Dia bernama Lovely. Bastian melihat tingkah laku
Aldi yang sedang jatuh cinta, sehingga dia meledeknya.
“Cantik banget.... Siapa tuh?” tanya Aldi sambil
memandang Lovely.
“Itu? Namanya LO-VE-LY.... Orang-orang sih manggilnya
Lovely....” kata Bastian sambil menepuk pundak Aldi.
“Emh... Hai... Euh... Gue Aldi!” kata Aldi sambil
berjabat tangan.
“Aku Lovely....” jawab Lovely dengan tersenyum.
“Euhhh... Kamu... Kamu lagi sakit ya? Katanya baru aja
jatuh....” tanya Aldi dengan nada rendah.
“Aku sakit? Jatuh dari mana?” kata Lovely dengan wajah
keheranan.
“Emh... Bukannya kamu itu... Bidadari yang jatuh dari
surga.” gombalan Aldi.
“Hi... Hi... Sudah bel. Aku masuk kelas dulu ya.
Dahhh....” kata Lovely dan meninggalkan Aldi.
“Terus kapan dong aku bisa masuk ke hati kamu...?” kata
Aldi dengan perasaan kecewa.
“Sini aja lo masuk ke tas gue....” ejek Bastian.
Keesokan harinya, Aldi rencananya mau menyatakan
cintanya dan mengajak Lovely ke taman. Sesampai di sana Aldi langsung berbicara
dengan Lovely bahwa dia menyukainya. Namun, menurut Lovely lebih baik berteman
saja karena dia tidak mempunyai perasaan apapun kepada Aldi. Meskipun begitu,
Aldi sebenarnya kecewa tapi dia mengikhlaskannya. Karena yang penting dia masih
bisa bertemu dengan Lovely.
Iqbaal, Kiki, dan Bastian mengetahui hal itu sebab
mereka mendengarkan pembicaraan Aldi dengan Lovely ketika di taman.
Teman-temannya berusaha untuk menenangkan Aldi dan memberi saran bahwa lebik
baik untuk memikirkan impian mereka. Mereka harus tetap kompak dan tidak boleh
bertengkar hanya karena masalah yang kecil saja. Terlebih sekarang ini Coboy
Junior sudah menjadi boyband terkenal sampai luar negeri dan rencana mereka
yang akan ke Korea hadiah dari kompetisi yang lalu.
Telah tiba saatnya untuk Coboy Junior jalan-jalan ke
Korea. Mereka sangat puas dan bangga karena bisa ke Seol. Di sana mereka juga
bertemu dengan fans mereka dan ada juga yang ingin foto bareng. Meskipun mereka
sudah terkenal, mereka ingat pesan dari orang tuanya bahwa tidak boleh sombong
dan tidak mengecewakan orang lain.
Mereka selalu menjaga kekompakan karena itulah merupakan kunci kesuksesan
mereka.
Mereka percaya bahwa mimpi bisa jadi kenyataan. Asalkan
mereka serius berusaha dan pantang menyerah. Berikan yang terbaik dan jangan
lupa juga berdoa kepada Yang Maha Kuasa, serta minta doa juga sama orang tua. Jangan
takut untuk mencoba dan gagal karena kegagalan itu kunci kesuksesan. Maka
kejarlah mimpimu meskipun ada tantangan harus dihadapi. Jadilah yang terhebat
dari semua yang baik dan jadilah yang terbaik dari semua yang hebat. Maka
jangan ragu untuk melangkah pasti kita bisa capai mimpi kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar