Kamis, 06 November 2014

 IMPIAN

Persahabatan antara Bastian, Aldi, Iqbaal, dan Kiki yang semakin erat, mereka sudah berteman semenjak masuk Musikal Laskar Pelangi dan sekarang mereka dibangku SMP. Meskipun mereka berbeda sekolah dan agama, itu bukan menjadi suatu penghalang bagi mereka. Mereka adalah sahabat yang sudah merasakan berbagai macam pengalaman yang mereka jalani bersama, baik dikala sedih maupun senang. Orang tua mereka selalu mendukung dalam hal karir maupun cita-cita mereka. Oleh karena itu, mereka ingin selalu semangat dan berusaha untuk membahagiakan orang tua sehingga mereka juga mentaati apa yang dikatakan oleh orang tua mereka. Terkadang ketika mereka sibuk masih bisa membagi waktu antara belajar dan karir, mereka tak lupa dengan sekolahnya dan menurut mereka sekolah itu hal yang paling utama dibandingkan karir mereka. Meskipun mereka masih anak-anak, mereka tak pernah menyerah untuk menggapai cita-citanya.
Bastian, Aldi, Iqbaal, Kiki, dan kawan-kawannya sedang pentas Musikal Laskar Pelangi dengan penuh semangat dan ceria untuk meraih mimpinya. Penonton pun bertepuk tangan, maka suasananya menjadi sangat ramai karena melihat pertunjukan mereka yang begitu mengagumkan. Orang tua mereka juga menonton pentas itu dan merasa sangat bangga melihat anak-anaknya. Setelah pentas selesai, mereka ke belakang panggung untuk bertemu dan memeluk orang tua mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki berkacamata mendekati mereka. Laki-laki tersebut memperkenalkan dirinya bahwa dia bernama Patrick Effendi yang bekerja sebagai produser musik. Namun, mereka bingung apa maksud dari kedatangan laki-laki itu.
“Apa tujuan Anda datang menemui kami?” tanya ayah Iqbaal.
“Maaf sebelumnya, saya datang kemari karena saya akan menawarkan kepada Bastian, Aldi, Iqbaal, dan Kiki supaya menjadi boyband anak-anak yang pertama di Indonesia. Saya pikir mereka anak-anak yang mempunyai bakat luar biasa. Bagaimana dengan tawaran saya? Apakah Anda setuju?” tanya Patrick.
“Ooo.. hebat. Terima kasih atas tawarannya, tapi kami pikir-pikir dulu.” kata papa Bastian.
“Ok. Ini kartu nama saya. Saya yakin mereka dapat menjadi sesuatu yang luar biasa di musik Indonesia. Tolong hubungi saya.” kata Patrick sambil memberikan kartu nama.
“Baik, Pak. Setelah kami setuju, pasti kami akan hubungi Anda.” kata ayah Iqbaal.
Ketika Bastian, Aldi, dan keluarganya berkumpul di halaman rumah Bastian, mereka berbincang-bincang tentang penawaran tadi.
“Soal boyband itu.... Kalau papa setuju sekali, ini kemajuan namanya! Siapa tau kau bisa jadi penyanyi terkenal macam Edi Silitonga... dan kalian dapat menjadi penyanyi kebanggaan orang batak.” kata papa Bastian dalam keadaan bergurau. Mereka pun tertawa mendengarkan perkataan dari papa Bastian.
“Kalo pun kalian sudah menjadi penyanyi terkenal, kalian harus tetap rendah hati dan tidak boleh sombong.” saran papa Aldi.
“Benar-benar, maksudku juga begitu. Setinggi-tinggi tupai melompat. Itu tupai, tidak akan ikut Olimpiade.” gurau papa Bastian. Mereka tertawa lagi karena peribahasa yang dikatakan papa Bastian.
Sedangkan Iqbaal sedang berada di rumah bersama keluarganya. Saat makan bersama di ruang makan, Iqbaal ingin menyakan kepada orang tuanya tentang penawaran tadi.
“Gimana Yah?” tanya Iqbaal.
“Ayah masih ragu-ragu, bagi ayah sekolah lebih utama.” jawab ayah Iqbaal.
“Ya.... Ayah, aku janji ga akan ngelupain sekolah.” tanya Iqbaal.
“Bunda tidak mau kamu berjanji hanya kepada ayah dan bunda. Tapi, kamu harus janji pada dirimu sendiri, juga kepada Allah SWT. Sekarang kamu sudah shalat isya’ belum?” saran bunda Iqbaal.
“Belum, Bun. Emang udah isya’ ya?” tanya  Iqbaal.
“Uuuh.... Udah dari tadi.” ejek Kak Ody.
“Ale...! Beresin makan dulu dong.... Gantian.... Masa kakak lagi....” bentak bunda Iqbaal.
Iqbaal langsung membereskan piring-piring yang ada di meja sesuai perintah bundanya. Kemudian Iqbaal segera wudhu untuk sholat isya’.
Kiki yang berada di kamar sendirian sedang mainan laptop dan tiba-tiba mamanya masuk ke kamarnya.
“Ki... belum tidur?” tanya mama Kiki.
“Iya, Ma.” jawab Kiki.
“Kenapa?” tanya mama Kiki.
“Menurut mama kita harus gimana tentang tawaran ini? Kiki pengin banget jadi musisi seperti papa, Ma. Kiki mau keluarga kita berubah, Kiki kasihan melihat mama pergi pagi pulang malam untuk membiayai kita semua. Kiki ingin bantu mama. Boleh kan, Ma?” tanya Kiki dengan nada rendah.
“Kalo kamu memang suka dan serius menjalaninya, mama akan selalu dukung. Tapi ada hal penting, kamu tidak boleh membuat orang lain kecewa, kamu juga harus sungguh-sungguh, dan yang lebih penting lagi kamu harus memberikan yang terbaik.” kata mama Kiki sambil tersenyum.
“Terima kasih, Ma.” jawab Kiki sambil memeluk mamanya.
Keesokan harinya, mereka berempat datang ke kantor Patrick untuk memberitahukan bahwa mereka setuju dengan tawarannya. Sebelumnya mereka berkenalan terlebih dahulu dan membicarakan tentang boyband yang akan dibentuk. Kemudian masuk ke ruang studio musik untuk latihan vokal yang akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “KAMU”. Mereka menyanyikan lagu itu dengan suara yang sangat merdu dan mereka latihan dengan serius, mengikuti alunan setiap nada dan iringan lagu. Patrick sangat bangga dengan mereka karena dalam waktu yang sangat singkat dapat membuat suatu kekompakan sehingga tepat dalam menyanyikan lagu tersebut. Karena sudah sore, maka mereka berpamitan untuk pulang dan besok mereka juga akan datang untuk bertemu Patrick lagi.
Hari yang telah ditunggu-tunggu, mereka berempat bergegas pergi ke kantor Patrick. Tingkah laku Bastian yang sangat usil, dia selalu mengganggu teman-temannya sambil berlari menuju ruangan Patrick.
“Eh, akhirnya datang juga. Ini undangan pertama kalian tampil. Tempatnya keren, jarang ada yang bisa manggung di sini. Gimana kalian mau ikutan kompetisi itu?” pinta Patrick.
“Wah.... Asyik, Kak.” jawab Kiki sambil tersenyum kegirangan.
“Bener banget, besok akan kakak daftarkan kalian.” kata Patrick.
“Oke, Kak. Sipp....” jawab mereka berempat secara serentak.
“Eh, bentar-bentar. Tapi kita kan belum kasih nama boyband kita. Mau dikasih nama apa ya? Ehmm....” kata Bastian sambil berpikir.
“Gimana kalo COBOY JUNIOR?” tanya Patrick.
“Bagus tu, Kak. Namanya keren banget. Kita setuju!” kata Bastian.
Kak Patrick telah mendaftarkan boybandnya dan acara tersebut akan diadakan pada tanggal 24 Juli 2011. Puluhan boyband yang sudah mendaftar, berarti saingan Coboy Junior yang begitu banyak. Namun, mereka tetap semangat latihan untuk meraih mimpinya. Hadiah dari kompetisi tersebut jalan-jalan ke Korea senilai 1 milyar.
Coboy Junior beserta orang tua dan Patrick pergi ke acara Xplode Competition. Ratusan penonton yang berada di acara itu dengan teriakan yang sangat keras. Boyband yang lain sudah ada yang tampil, sedangkan Coboy Junior menunggu giliran panggilan untuk penampilan mereka. Karena mereka mendapat no panggilan 10, sehingga mereka menunggu lumayan lama dan perasaan mereka deg-degan. Akhirnya, kini giliran penampilan dari Coboy Junior.
“Kita sambut Coboy Junior! Sebuah grup boyband yang personelnya masih muda-muda bangeeeettt.... Dan pastinya keren-keren banget....” teriak host Xplode Competition.
Coboy Junior langsung mempersiapkan penampilannya dan menyanyikan lagu “KAMU” dan “MAMA” beserta para dancer dengan iringan musik. Teriakan dan tepuk tangan penonton yang sangat meriah, karena suara mereka yang sangat merdu dan penampilan yang keren banget. Kostum yang digunakan mereka 3 macam, jadi ketika bernyanyi sambil berganti kostum. Kostum yang terakhir dilengkapi dengan lampu sehingga ketika lampu panggung dimatikan, mereka tampil dengan kostum yang berkilau. Melihat penampilan mereka yang keren, penonton dan juri menjadi kaget. Orang tua mereka juga bangga atas kerja keras anak-anaknya. Walaupun boyband yang lain ada yang iri dengan penampilan mereka.
Setelah semuanya sudah tampil, kemudian juri berunding untuk memutuskan pemenang dari kompetisi itu. Boyband dan girldband pun menunggu keputusan juri dan perasaan mereka semua deg-degan dengan hasil dari juri yang akan diumumkan.
“Kita sudah memutuskan.... Pemenangnya adalah.... COBOY... JUNIOR! Waa...waaaa!” teriakan juri dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
“Yeah! Kita berhasil!” kata Aldi dan Kiki.
“Alhamdulillah....” kata Iqbaal sambil bersujud.
“Terima kasih Tuhan.” kata Bastian.
Horee! Horeee! Plok...! Plok...!
“Juara 1 Kompetisi Boyband Xplode Indonesia. COBOY... JUNIOR...!!!” teriak host Xplode Competition.
Setelah kejadian itu, personel Coboy Junior menjadi terkenal di sekolahnya. Mereka selalu dikerumuni penggemar dan teman-temannya di sekolah. Tiba-tiba Aldi jatuh cinta ketika melihat seorang perempuan di sekolahnya yang sangat cantik. Dia bernama Lovely. Bastian melihat tingkah laku Aldi yang sedang jatuh cinta, sehingga dia meledeknya.
“Cantik banget.... Siapa tuh?” tanya Aldi sambil memandang Lovely.
“Itu? Namanya LO-VE-LY.... Orang-orang sih manggilnya Lovely....” kata Bastian sambil menepuk pundak Aldi.
“Emh... Hai... Euh... Gue Aldi!” kata Aldi sambil berjabat tangan.
“Aku Lovely....” jawab Lovely dengan tersenyum.
“Euhhh... Kamu... Kamu lagi sakit ya? Katanya baru aja jatuh....” tanya Aldi dengan nada rendah.
“Aku sakit? Jatuh dari mana?” kata Lovely dengan wajah keheranan.
“Emh... Bukannya kamu itu... Bidadari yang jatuh dari surga.” gombalan Aldi.
“Hi... Hi... Sudah bel. Aku masuk kelas dulu ya. Dahhh....” kata Lovely dan meninggalkan Aldi.
“Terus kapan dong aku bisa masuk ke hati kamu...?” kata Aldi dengan perasaan kecewa.
“Sini aja lo masuk ke tas gue....” ejek Bastian.
Keesokan harinya, Aldi rencananya mau menyatakan cintanya dan mengajak Lovely ke taman. Sesampai di sana Aldi langsung berbicara dengan Lovely bahwa dia menyukainya. Namun, menurut Lovely lebih baik berteman saja karena dia tidak mempunyai perasaan apapun kepada Aldi. Meskipun begitu, Aldi sebenarnya kecewa tapi dia mengikhlaskannya. Karena yang penting dia masih bisa bertemu dengan Lovely.
Iqbaal, Kiki, dan Bastian mengetahui hal itu sebab mereka mendengarkan pembicaraan Aldi dengan Lovely ketika di taman. Teman-temannya berusaha untuk menenangkan Aldi dan memberi saran bahwa lebik baik untuk memikirkan impian mereka. Mereka harus tetap kompak dan tidak boleh bertengkar hanya karena masalah yang kecil saja. Terlebih sekarang ini Coboy Junior sudah menjadi boyband terkenal sampai luar negeri dan rencana mereka yang akan ke Korea hadiah dari kompetisi yang lalu. 
Telah tiba saatnya untuk Coboy Junior jalan-jalan ke Korea. Mereka sangat puas dan bangga karena bisa ke Seol. Di sana mereka juga bertemu dengan fans mereka dan ada juga yang ingin foto bareng. Meskipun mereka sudah terkenal, mereka ingat pesan dari orang tuanya bahwa tidak boleh sombong dan tidak  mengecewakan orang lain. Mereka selalu menjaga kekompakan karena itulah merupakan kunci kesuksesan mereka.
Mereka percaya bahwa mimpi bisa jadi kenyataan. Asalkan mereka serius berusaha dan pantang menyerah. Berikan yang terbaik dan jangan lupa juga berdoa kepada Yang Maha Kuasa, serta minta doa juga sama orang tua. Jangan takut untuk mencoba dan gagal karena kegagalan itu kunci kesuksesan. Maka kejarlah mimpimu meskipun ada tantangan harus dihadapi. Jadilah yang terhebat dari semua yang baik dan jadilah yang terbaik dari semua yang hebat. Maka jangan ragu untuk melangkah pasti kita bisa capai mimpi kita.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar